Showing posts with label SASTRA. Show all posts
Showing posts with label SASTRA. Show all posts

Wednesday, January 30, 2013

KLASIFIKASI DRAMA



BAB I
PENDAHULUAN


A.              Latar Belakang

Drama adalah salah satu genre karya sastra yang sejajar dengan prosa dan puisi. Berbeda dengan prosa maupun puisi, naskah drama memiliki bentuk sendiri yaitu ditulis dalam bentuk dialog yang didasarkan atas konflik batin dan mempunyai kemungkinan dipentaskan (Waluyo, 2003: 2).  Perkataan drama berasal dari bahasa Yunani “draomai" yang berarti berbuat, berlaku, bertindak atau beraksi (Waluyo,2001:2), terdapat beberapa pendapat ahli yang mendefisinikan drama, seperti berikut ini : Balthazar Verhagen (dalam Andyasmara,1978:7) memberikan pengertian drama ialah kesenian yang melukiskan sifat dan sikap manusia dalam gerak. Nurbaiti Jamalus dan Amir Hasan (1975:106) menyatakan bahwa drama ialah cerita yang ditulis dengan tujuan untuk dipentaskan, diperankan oleh pelaku-pelaku, sehingga penonton dapat melihat keseluruhan cerita itu dalam bentuk yang lebih nyata.
Lebih lanjut istilah drama dalam sejarah perkembangannya di Indonesia dikenal dengan beberapa istilah, diantaranya : Sandiwara, yang diambil dari bahasa Jawa “sandhi” dan “warah” yang berarti pelajaran yang diberikan secara diam-diam atau rahasia (sandi artinya rahasia dan warah artinya pelajaran) (Waluyo,2001:3). Lakon, yang berasal dari bahasa Jawa ini mempunyai arti perjalanan cerita (biasanya dikenal dalam pementasan wayang)
Sedangkan RMA. Harymawan (1988:2) menyebutkan bahwa teater adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan diatas pentas, disaksikan oleh orang banyak, dengan media percakapan, gerak dan laku, dengan atau tanpa dekor, didasarkan pada naskah yang tertulis tanpa nyanyian, musik dan tarian. Oleh karena itu pementasan drama tentunya banyak menghadirkan cerita yang berbeda-beda antara pengarang yang satu dengan yang lainnya sehingga dapat melahirkan klasifikasi drama.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka dapat dirumuskan 3 komponen klasifikasi drama sebagai berikut :
1.         Mengapa ada klasifikasi drama ?
2.         Apa saja klasifikasi drama itu ?
3.         Bagaimana klasifikasi drama berdasarkan alirannya ?

Thursday, September 13, 2012

UNSUR INTRINSIK PROSA


UNSUR-UNSUR INTRINSIK PROSA

Yang dimaksud unsur-unsur intrinsik dalam sebuah karya sastra adalah unsur-unsur pembangun karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Untuk karya sastra dalam bentuk prosa, seperi roman, novel, dan cerpen, unsur-unsur intrinsiknya ada tujuh: 1) tema, 2) amanat, 3) tokoh, 4) alur (plot), 5) latar (setting), 6) sudut pandang, dan 7) gaya bahasa.

Wednesday, September 12, 2012

PERIODISASI SASTRA INDONESIA

PERIODISASI SASTRA INDONESIA



            Sastra Indonesia terbagi menjadi dua bagian yaitu lisan dan tulisan.
Secara urutan waktu maka satra Indonesia terbagi menjadi beberapa angkatan :

1.      PUJANGGA LAMA
Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasikan karya sastra Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20, pada masa ini karya sastra didominasi oleh syair, pantun, gurindam, dan hikayat. Di Nusantara budaya melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatra dan semenanjung malaya. Di Sumatra bagian utara muncul karya-kaya penting berbahasa melayu terutama karya-karya keagamaan.
Hamzah Pansuri adalah yang pertama diantara penulis angkatan pujangga lama dari istana kesultanan Aceh pada abad ke-17 muncul karya klasik selanjutnya yang paling terkenal adalah karya Syamsudin Pasai dan Abdul Rauf Singkir serta Nuruddin Arraniri.